Psi&Teknologi
Internet
“Cyber
Psychology”
Disusun
oleh :
Ø Clara Rahel Lia (12514451)
Ø Eunike Grace L (13514675)
Ø Endah Setyowati (13514570)
Ø Martha AyuEmanuela (16514430)
-2PA16
Dosen : Ary Bima Kurniawan
UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
PSIKOLOGI
2015/2016

BAB
I
PENDAHULUAN
Komunikasi
merupakan suatu proses duaarah yang pertukaran informasi dan pengertian antara masing-masing
individu yang terlibat komunikasi merupakan dasar dari seluruh interaksi antar manusia
komunikasi merupakan kebutuhan hakiki dalam kehidupan manusia untuk saling tukar-menukar
informasi.Karena tanpa komunikasi interaksi antar manusia,baik secara
perorangan,kelompok maupun organisasi tidak mungkin terjadi manusia memerlukan kehidupan
sosial, sebagian besar interaksi manusia berlangsung dalam komunikasi
interpersonal (komunikasi antar pribadi)
Proses
komunikasi yang terjadi di dalam perusahaan khususnya yang menyangkut komunikasi
antara pimpinan dan bawahan merupakan factor penting dalam menciptakan suatu organisasi
yang efektif .Komunikasi efektif tergantung dari hubungan karyawan yang
memuaskan yang di bangun berdasarkan iklim dan kepercayaan atau suasana organisasi
yang positif. Hubungan alasan dan bawahan merupakan jantung pengelolahan yang
efektif ,agar hubungan ini berhasil,harus ada kepercayaan dan keterbukaanan tarbawahan
dan atasan.
Rasa percaya ,keyakinan, keterbukaan, kejujuran,
dukungan,keamanan ,kepuasan, keterlibatan, tinggi nya harapan merupakan gambaran
iklim perusahaan yang ideal. Tujuan utama dari komunikasi antara atasan dengan bawahan
adalah mengindentifikasi, menciptakan dan menjalin hubungan timbalbalik yang menguntungkan antara pimpinan dengan
bawahan.
Kita tidak
terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi prilaku kita selama ini
memainkan peranan penting bagaimana kita membangun pemahaman diri pribadi ini . ;Kesadaran pribadi (self
awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas spesifik
dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari kesadaran diri adalah konsep diri,
proses menghargai diri sendiri (self esteem), dan identitas diri kita
yang berbeda beda (multiple selves).
1.
Intrapesonal
Comunication.
Komunikasi
Intrapersonal dijelaskan oleh Devito (1997) komunikasi intrapersonal atau
komunikasi intrapribadi merupakan komunikasi dengan diri sendiri dengan tujuan
untuk berfikir, melakukan penalaran, menganalis dan merenung.Sedangkkan menurut
Nina (2011) menjelaskan komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi
pada diri manusia,meliputi proses sensasi,asosiasi,presepsi,memori dan
berfikir. Sedangkan menurut Effendy seperti yang dikutip oleh Rosmawaty (2010)
mengatakan bahwa komunikasi intrapersonal atau komunikasi intrapribadi
merupakan komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang.Orang itu berperan
baik sebagai komunikator maupun sebagai komunikan. Dari konnsep tentang
komunikasi intapersonal dari beberapa ahli komunikasi dengan diri sendiri
meliputi proses sensasi asosiasi,presepsi,memori dan berfikir dengan tujuan
untuk berfikir melakukan penalaran,menganalis dan merenung.

Komunikasi intrapersonal juga merupakan
keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari
pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan,
memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang
berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat dilihat dari segi penggunaan bahasa
dan pikiran yang menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan
mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan
kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi
intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang
saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri
dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka
pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada
suatu ungkapan ataupun obyek. Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita
lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; bersyukur dalam berdoa, instrospeksi
diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita,mendayagunakan kehendak bebas,
dan berimajinsi secara kreatif .
Contoh komunikasi
intrapersonal bila ditinjau dari segi kesehatan berdasarkan jurnal”Komunikasi
kesehatan” ditinjau dari aspek jiwa,spirit,kemauan,kesadarandan
pikiran,merupakan sebagaian dari komunikasi intrapersonal.Penelitian komunikasi
intapersonal kesehatan erfokus pada proses mental daan psikologis terkait
perawatan kesehatan,antara lain mengenai kepercayaan, sikap dan nilai yang
mempengaruhi perilaku dan keputusan perawatan kesehatan.
Seperti hal nya dimana
kondisi seseorang sedang dalam keadaan sakit,yang dimana proses penyembuhannya
tidak cukup jika hanya mengandalkan saja dengan mengonsumsi obat,namun dengan
dilakukannya suatu komunkasi atau pemberian stimulus kepada atau terhadap diri
sendiri itu lebih baik.Dikarenakan dalam pemberian stimulus dari diri sendiri
atau secara intapersonal mengenai kesehatan,biasanya lebih baik dan lebih cepat
menyembuhkan diri dari penyakit, dan hal tersebut juga dapat mempengaruhi cara
kerja pikiran,jiwa dan spirit seseorang untuk lebih baik lagi.
2 . Interpersonal Comunication
Interpersonal
adalah adanya komunikasi secara langsung atau face to face communication pada waktu
dan tempat yang sama.Interpersonal skill bukan merupakan bagian dari karakter
kepribadian yang bersifat bawaan,melainkan merupakan keterampilan yang bisa
dipelajari.
Contohnya :komunikasimelalui internet
(chatting,facebook,email)
Fungsi
Komunikasi Interpersonal :
a. Untuk
mendapatkan respon atau umpan balik hal ini sebagai salah satu tanda efektivitas proses komunikasi.
Contohnya bagaimana kalau tidak ada umpan balik ,saat anda berkomunikasi dengan
orang lain.Bagaimana kalau anda sms ke orang lain tetapi tidak dibalas?
b. Untuk
melakukan antisipasi setelah mengevaluasi respon atau umpan balik.Contohnya setelah
apa yang akan kita lakukan setelah mengetahui lawan bicara kita kurang nyaman diajak
komunikasi.
PeringkatAnalisisKomunikasi
Interpersonal
1.
Cultural
level data,level analisis yang didasari oleh aturan,norma atau
kebiasaan yang menjadi budaya suatu komunitas dalam berkomunikasi,biasanya pada
komunikasi non verbal.Contohnya perbedaan makna “anggukan’’ dan “gelengan”
kepalaantara orang Indonesia dengan orang india.
2.
Sociological
level data.analisis yang didasari oleh prediksi keterkaitan
antara individu dengan komunitas sosialnya (membership group).Contohnya orang
Indonesia yang baru saja tiba di luar negri maka akan terjadi akomodasi nilai-nilai
individu dengan lingkungan barunya (membership group vs reference group)
HambatandalamKomunikasi
Interpersonal
a. Komunikator :Hambatan
biologis, misalnyatuli ,hambatan psikologi yang tidak berkonsentrasi dengan
pembicaraan,hambatan gender,perempuan yang tidak bersedia terhadap lawan
bicaranya denganlaki-laki.
b. Media :Hambatan teknis,misalnya
masalah pada teknologi komunikasi misalnya,telephone. Habatan geografis,blank
spot daerah tertentu sehingga signal HP tidak terjangkau.
3.
Transpersonal Comunication
Komunikasi
Transpersonal yaitu komunikasi yang terjadi dalam domain spiritual seseorang.
Tujuan komunikasi transpersonal yaitu untuk memunculkan kesadaran tentang diri
(self-hood), meningkatkan spiritualitas, lebih cenderung bersifat
vertikal --mengutamakan hubungan spiritual seseorang dengan Tuhannya.
Contoh : Seorang ustad atau pendeta yang
berceramah atau berkotbah pada jamaah atau jemaat yang berada di tempat ibadah
tersebut untuk lebih mendekatkan diri pada sang pencipta.
